Posted on 18/06/2010 by Panoes
Ya Allah, begitu cepatnya waktumu berlalu
Begitu tegasnya tanpa memperdulikan apapun
Apakah mungkin perasaanku saja?
Salah hitungkah?
Atau mungkin diriku terlalu sibuk dengan mimpi-mimpi yang menyesatkanku dalam labirin kebekuan waktu?
Lupa dengan sesuatu yang terlalu penting untuk dilupakan
Aku merangkak saat waktu berjalan melampauiku
Waktu berlari kencang sambil menghardikku saat aku berjalan cepat
Apa sebenarnya yang terjadi?
Apa sebenarnya kekurangan diri ini?
Apakah perbaikan dalam diri ini bisa melampaui waktu yang selalu menyalipku?
Terlalu naif diri ini selalu menghitung pencapaian duniawi semata
Bahkan tidak pantas untuk menyebutkannya sebagai pencapaian yang hakiki
Lupa dengan segala kesuksesan ukhrawi yang selalu teracuhkan dan diperdaya oleh nafsu dan setan yang tidak pernah lengah
Saat untaian kata-kata ini kutuliskan
Sungguh aku tidak tahu mengungkapkan perasaan ini
Hanya Engkau yang tahu betapa dalamnya rasa sesal ini
Hanya Engkau yang tahu ‘rasa sangat’ untuk berubah ini
Berikanlah aku kekuatan lahir dan batin untuk melaksanakan apa yang Engkau perintahkan dan menjauhi apapun yang Engkau larang
Masukkanlah hamba ke dalam golongan ahli Jannah FirdausMu, Amin
*Selama untaian kata-kata ini ada, maka selama itu juga doa ini selalu terpanjatkan padaMu.
by panoes 19:31 18 Juni 2010
DIarsipkan di bawah: Religi | Ditandai: fajar ramadan, hal penting ramadan, renungan ramadan, renungan ramadhan, waktu ramadan | Tinggalkan sebuah komentar »
Posted on 05/05/2010 by Panoes
Sorry, I’m still not enough time to write, Ok!
DIarsipkan di bawah: Selingan | Tinggalkan sebuah komentar »
Posted on 05/04/2010 by Panoes
Posted on 28/01/2010 by Panoes
Gila memang, huh.. ingin nangis rasanya campur aduk jadi kubangan keletihan, kecapekan, kejenuhan, dan pikiran kusut yang sangat kompleks
.
Kuliah sambil kerja memang sangat beda sekali di antara ala belajar yang lain. It’s really an exceptional study! Kerja mulai dari jam 07.30 pagi sampe 16.30, kemudian kuliah sambung menyambung menjadi satu sampai jam 22.20 (pulang kuliah). Semester satu masih semangat, pejuang ’45, namun tiba semester dua, nampak dah aslinya. Babak belur!
Gejala penyakit-penyakit sampingan muncul pada masa ini. Ada saja sindrome-sindrome aneh yang bisa terjadi :
1. Pening dadakan saat masuk ruang kelas.
2. Perasaan mual saat dosen menjelaskan materi kuliah.
3. Quizphobic (istilah sendiri) campur alergi tugas kuliah.
4. Kursi dudukan terasa gatal minta ampun menunggu bel pulang.
5. Pura-pura ngerti materi kuliah yang sedang dijelaskan biar cepat pulang.
6. Mata merah dengan mulut tidak bisa diajak kompromi (nguap mulu). ::))
7. Dll.
Yah gitulah, kuliah sambil kerja. Hmm, kalau diingat-ingat sih berkesan juga. Dosen saya pernah berkata “Kalau kalian bisa melewati kuliah sampai tamat dengan kondisi sambil kerja, maka kalian termasuk orang-orang super”. Yah, kurang lebih itulah makna perkataanya. Mujarab memang kata bertuah tersebut karena dapat memotivasi untuk tetap eksis di dunia akademik. Karena setelah mendengar kalimat motivatif tersebut, penyakit-penyakit malas dan sindrom jenuh akut yang selama ini kualami berangsur sembuh. (End)
DIarsipkan di bawah: Selingan | Ditandai: kesulitan kuliah, kuliah, masalah kuliah, motivasi, refreshing | 4 Komentar - komentar »